Menu Home

Author Archives

Jordan Mesakh

Kejujuran, Kunci Menghilangkan Semua Keburukan

kejuruan

Mengenai keutamaan berkata jujur terdapat sebuah hadits Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi saw, bersabda:

Sesungguhnya Kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke syurga dan sesungguhnya seseorang selalu berbuat jujur sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada Kejahatan dan sesungguhnya Kejahatan itu menunjukkan kepada neraka dan sesungguhnya seseorang yang selalu berdusta maka dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang pendusta.” (Muttafaq ‘alaih)

Jelas kejujuran akan berdampak baik bagi manusia, orang yang jujur akan disenangi dan mendapatkan manfaat kepercayaan dari orang lain. Kejujuran menjadi parameter baku poker online bagi integritas seseorang, di dalam keluarga, masyarakat, bisnis, politik dan hubungan internasional. Sekali seseorang tidak jujur, maka hilanglah integritasnya di mata orang lain.

Berkaitan dengan perbaikan diri jujur dapat menjadi sarana bagi kita untuk menghilangkan keburukan-keburukan yang lain. Orang yang berdusta selalu memiliki motif dibalik kedustaannya, anak yang berbohong, berdusta karena takut kena marah, pejabat yang korup berdusta karena ambisi kekuasaan dan keserakahan, pedagang yang berbohong memiliki motif untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Suami berbohong berbohong kepada istri karena adalah keburukan yang ia tutupi. Intinya bahwa perbuatan salah akan mengundang orang untuk menutupi keburukannya dengan dusta. Sebaliknya orang yang sudah terbiasa berbohong ia akan semakin termotivasi untuk melakukan dosa-dosa yang lain, karena merasa berkata bohong bisa menjadi tameng dia di dunia ini.

Jadi kesimpulannya semakin orang banyak dosa, maka ia akan semakin berbohong untuk menutupi dosanya, dan semakin orang berbohong maka akan semakin banyak dia melakukan dosa. Suatu lingkaran setan yang saling berkaitan.

Tetapi bagaimana menghilangkan lingkaran ini, caranya adalah dengan menekan salah satunya. Misalnya hilangkan keburukan-keburukan kita, sehingga tidak perlu kita berbohong dan kita tidak akan segan untuk berkata jujur. Dengan selalu memegang kejujuran sebagai prinsip maka ia akan menjaga jangan sampai ada keburukan-keburukan yang membuatnya berat untuk jujur.

Teladan Rasulullah saw Terhadap Non Muslim

agama islam

Dewasa ini dunia dikejutkan oleh beberapa berita dan kejadian yang berhubungan dengan sentimen agama. Seolah-olah kita dibawa kepada ingatan dan sejarah masa lalu pada kejadian perang salib yang pernah terjadi di abad pertengahan, dimana waktu itu agama nasrani dan Islam saling bertikai saling mempertahankan eksistensi daerah dan akidah masing-masing. Tidak terhitung banyaknya korban dan kerugian yang dialami oleh kedua belah pihak pada waktu itu. Sehingga kejadian tersebut tercatat dalam sejarah peradaban manusia sebagai sejarah yang paling kelam dalam kehidupan beragama di dunia.

Kini kejadian seperti perang salib tersebut seolah telah terpercik lagi di zaman sekarang ini, dimana sebagian kecil orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang kita tidak pernah tahu apa tujuan mereka sebenarnya dalam melakukan perkerjaannya, kembali memancing sentimen agama dengan cara melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Rasulullah saw, melalui penyebaran gambar kartun atau tulisan yang siapa saja dari umat Islam membaca dan melihatnya, akan sangat emosi dan terpancing kemarahannya. Hal itulah kemudian yang menjadikan sebagian umat Islam di dunia terpancing untuk melakukan pembalasan dan perlawanan.

Tetapi sayangnya tindakan balasan tersebut dilakukan dengan cara-cara yang tak Islami dengan cara menteror, dan membunuh para penghina Islam. Disinilah kita diajak untuk berpikir dan bertindakan apakah tindakan pembalasan tersebut dapat dibenarkan dan sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw?

Dalam hal ini kita dapat membaca di dalam Al-Qur’an dan hadits serta sunnah Nabi Muhammad saw, apa dan bagaimana tindakan yang telah dicontohkan oleh beliau saw dalam menghadapi dan membalas penghinaan dan pelecehan yang telah dilakukan oleh para musuh Islam pada saat itu.

Saat Rasulullah saw memulai tabligh dan menyampaikan dakwah Islam kepada kaumnya, beliau mengalami suatu perlawanan dan pelecehan, bahkan percobaan pembunuhan yang dilkukan oleh kaum Qurays yang notabene merupakan kaum atau suku bahkan keluarga beliau saw sendiri. Apa yang telah dialami oleh Nabi Muhammad saw dalam menyampaikan dakwahnya merupakan suatu ujian dan cobaan yang tiada bandingannya dengan apa yang pernah dialami oleh siapapun di muka bumi ini. Salah satunya adalah Beliau saw mengalami penindasan dan penghinaan yang sangat luar biasa ketika bertabligh di Thaif. Beliau saw dilempari batu oleh penduduk Thaif sehingga wajah dan tubuh beliau saw berlumuran darah. Atau kita bisa membaca riwayat ketika beliau saw sedang shalat di Ka’bah, beberapa penduduk Qurays melempari beliau saw dengan kotoran unta. Dan masih banyak lagi penganiayaan yang dialami Rasulullah saw yang bisa kita ketahui dari riwayat-riwayat dan sejarah awal Islam, sehingga kita sebagai umat Islam sangat teriris dan menangis bila mengetahui dan membayangkan bagimana sedih dan sakitnya Nabi Muhammad saw ketika itu.