Menu Home

Teladan Rasulullah saw Terhadap Non Muslim

agama islam

Dewasa ini dunia dikejutkan oleh beberapa berita dan kejadian yang berhubungan dengan sentimen agama. Seolah-olah kita dibawa kepada ingatan dan sejarah masa lalu pada kejadian perang salib yang pernah terjadi di abad pertengahan, dimana waktu itu agama nasrani dan Islam saling bertikai saling mempertahankan eksistensi daerah dan akidah masing-masing. Tidak terhitung banyaknya korban dan kerugian yang dialami oleh kedua belah pihak pada waktu itu. Sehingga kejadian tersebut tercatat dalam sejarah peradaban manusia sebagai sejarah yang paling kelam dalam kehidupan beragama di dunia.

Kini kejadian seperti perang salib tersebut seolah telah terpercik lagi di zaman sekarang ini, dimana sebagian kecil orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang kita tidak pernah tahu apa tujuan mereka sebenarnya dalam melakukan perkerjaannya, kembali memancing sentimen agama dengan cara melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Rasulullah saw, melalui penyebaran gambar kartun atau tulisan yang siapa saja dari umat Islam membaca dan melihatnya, akan sangat emosi dan terpancing kemarahannya. Hal itulah kemudian yang menjadikan sebagian umat Islam di dunia terpancing untuk melakukan pembalasan dan perlawanan.

Tetapi sayangnya tindakan balasan tersebut dilakukan dengan cara-cara yang tak Islami dengan cara menteror, dan membunuh para penghina Islam. Disinilah kita diajak untuk berpikir dan bertindakan apakah tindakan pembalasan tersebut dapat dibenarkan dan sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw?

Dalam hal ini kita dapat membaca di dalam Al-Qur’an dan hadits serta sunnah Nabi Muhammad saw, apa dan bagaimana tindakan yang telah dicontohkan oleh beliau saw dalam menghadapi dan membalas penghinaan dan pelecehan yang telah dilakukan oleh para musuh Islam pada saat itu.

Saat Rasulullah saw memulai tabligh dan menyampaikan dakwah Islam kepada kaumnya, beliau mengalami suatu perlawanan dan pelecehan, bahkan percobaan pembunuhan yang dilkukan oleh kaum Qurays yang notabene merupakan kaum atau suku bahkan keluarga beliau saw sendiri. Apa yang telah dialami oleh Nabi Muhammad saw dalam menyampaikan dakwahnya merupakan suatu ujian dan cobaan yang tiada bandingannya dengan apa yang pernah dialami oleh siapapun di muka bumi ini. Salah satunya adalah Beliau saw mengalami penindasan dan penghinaan yang sangat luar biasa ketika bertabligh di Thaif. Beliau saw dilempari batu oleh penduduk Thaif sehingga wajah dan tubuh beliau saw berlumuran darah. Atau kita bisa membaca riwayat ketika beliau saw sedang shalat di Ka’bah, beberapa penduduk Qurays melempari beliau saw dengan kotoran unta. Dan masih banyak lagi penganiayaan yang dialami Rasulullah saw yang bisa kita ketahui dari riwayat-riwayat dan sejarah awal Islam, sehingga kita sebagai umat Islam sangat teriris dan menangis bila mengetahui dan membayangkan bagimana sedih dan sakitnya Nabi Muhammad saw ketika itu.

Sekarang kita bisa melihat dan membca dalam riwayat sikap apa yang telah dilakukan oleh yang Mulia Nabi Muhammad saw dalam menyikapi penghinaan, pelecehan dan penyiksaan yang dialami oleh Beliau saw? Ternyata Nabi kita Muhammad saw telah memberikan contoh perilaku teladan yang tiada bandingannya dalam sejarah manusia. Satu contoh keteladan yang telah beliau saw peragakan kepada kita adalah, Beliau saw malah mendoakan kebaikan kepada para penduduk Thaif dalam suatu riwayat hadits, kita bisa menemukan bahwa ketika beliau saw dianiaya sedemikian rupa oleh penduduk Thaif, dengan bercucuran darah kemudian Beliau saw menghindari dengan berlari ke sebuah bukit. Seketika itu juga turunlah malaikat Jibril yang kemudian berkata kepada beliau saw, “Wahai Muhammad, jika engkau menginginkan aku dapat menghancurkan penduduk Thaif, maka akan aku lakukan” Tetapi jawaban Beliau saw kepada Malaikat Jibril, “Jangan wahai Jibril, sesungguhnya aku berharap kelak diantara keturunan mereka akan menjadi muslim. Bahkan beliau saw mengucapkan sebuah doa yang mengiris hati “Allahummahdi Qaumi fainnahum laa ya’lamuun” (Ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui). Dari riwayat ini saja kita bisa mengambil pelajaran berharga, bahwa beliau saw tidak membalas kekejaman penduduk Thaif tersebut dengan sikap yang sama, malah beliau saw mendoakan kebaikan. Bahkan tanpa disadarai oleh penduduk Thaif sendiri, Beliau saw mencegah turunnya azah kehancuran yang akan menimpa penduduk Thaif. Alangkah indahnya sikap yang telah Beliau saw peragakan tersebut.

Setelah kita membaca sekelumit kisah diatas kini kita dihadapkan kepada perilaku dan sikap yang telah dilakukan oleh sebagian umat Islam sekarang kepada para pembenci Islam. Sebagian umat Islam sekarang melakukan hal yang sama sekali bertentangan dengan akhlak indah Nabi Muhammad saw terhadap para anti Islam tersebut. Mereka meneriakkan kata jihad dengan cara menjadi teroris yang melakukan bom bunuh diri, menyerang dan membunuh para pelaku penghinaan. Tindakan ini menurut mereka adalah tindakan balasan atas perbuatan para pembenci Islam. Padahal tanpa disadari oleh umat Islam sendiri, justru tindakan mereka inilah yang menjadi salah satu faktor timbulnya kebencian dan antipati non Muslim terhadap Islam. Mereka tidak sadar bawha apa yang telah mereka lakukan kepada itu sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Islam dengan tegas melarang segala bentuk kekerasan terhadap non Muslim, dan sebaliknya malah mengajarkan kasih sayang dan kedamaian serta tolransi antar umat Islam dan agama lain.

Memang tak dapat dipungkiri, di dunia saat ini ada pihak-pihak yang berfitrat buruk sengaja menyebar fitnah dan kebencian terhadap sentimen agama. Mereka tidak segan menciptakan situasi yang memancing kemarahan suatu agama, sehingga menimbulkan pertikaian antar pemeluk agama. Tetapi sebagai Muslim yang damai apa yang harus kita lakukan adalah dengna mencontoh Nabi Muhammad saw yang mengasihi para penghina.

Categories: Agama

Tagged as:

Jordan Mesakh